Bangun Rumah? Ini Peran Arsitek, Desainer Interior, dan Kontraktor Bangunan

Kontaktor Bangunan Contact Bp. Ariawan 0816 889 773

Untuk membangun rumah impian atau pembangunan berskala besar, tak jarang orang dihadapkan dengan beragam pilihan dan rancangan memusingkan. Sebagai jalan tengah sekaligus solusi terbaik, digunakanlah penyedia jasa. Hambatan berikutnya tentu ada. Misal, pilih pemborong atau kontraktor bangunan ?

Bila Anda mementingkan lebih dari sekadar harga murah, alias menginginkan keamananan terpercaya, kontraktor tentu jadi pilihan. Namun, begitu dihadapkan dengan pilihan selanjutnya, mau menggunakan arsitek dan desainer interior jugakah? Mungkin itu yang jadi dilema.

Sebetulnya, apa sih peran dan keterlibatan arsitek, desainer interior dan kontraktor bangunan dalam pembuatan rumah dan bangunan bonafit lainnya?

Peran dan fungsi ketiganya berbeda, tapi satu dalam membangun rumah. Anda bisa menggunakan ketiganya sekaligus, atau menetapkan pilihan pada salah satu.

Yang jelas, untuk bisa menggunakan ketiganya diperlukan biaya yang tidak sedikit. Sebab, mereka adalah individu pun lembaga penyedia jasa dengan kemampuan khusus yang karyanya tak bisa diabaikan. Dengan kata lain, mereka bukan sembarangan. Keyword kontraktor bangunan

Desainer interior merupakan perancang tata letak ruang di bagian dalam rumah. Keahlian istimewa mereka bisa dimanfaatkan untuk mempercantik tampilan dan memperkuat karakter ruangan. Mulai dari merombak furnitur, pemilihan warna ruangan hingga penempatan berbagai pelengkap di ruangan bisa Anda serahkan sepenuhnya pada seorang desainer interior.

Menariknya, kemampuan tersebut akan dieksplorasi mereka sesuai gaya hidup sang empunya rumah. Alhasil, karya mereka terasa pas dengan karakter Anda, memberi kenyamanan, sekaligus tampak bermakna. Keyword kontraktor bangunan

Beda halnya dengan arsitek. Peran mereka bukan sekadar agar bangunan cepat kelar. Pun bukan menyoal bagian dalamnya saja. Secara menyeluruh, keberadaan arsitek sangat penting untuk merencanakan desain bangunan.

Misal, menentukan seperti apa gambar dan bentuk rancangannya, bagaimana denah rumahnya, sesuai atau tidak dengan keinginan pemilik proyek, apa saja material yang dibutuhkan, pun bagaimana perhitungan tanah dan luas bangunan. Sampai penggambaran rinci soal instalasi listrik dan pipa air beserta jenis dan peletakannya, itu semua bisa dilakukan arsitek.

Sementara itu, kontraktor bangunan seperti di http://putrajaya1.com, merupakan pelaksana proyek. Singkatnya, mereka tinggal menjalankan kerangka kerja yang detail dan telah dipersiapkan, sesuai ketentuan dan estimasi biaya. Tentu, mereka ini andal dan berbadan hukum. Statusnya berbeda dari pemborong, meski bisa saja jaminan pekerjaan berkualitasnya juga sama.

Oleh karena itu, jika Anda tidak bermaksud menggunakan ketiganya karena anggaran dana yang terbatas, bisa memilih salah satu. Tentunya sambil menyesuaikan dengan yang paling dibutuhkan.

Intinya, arsitek layak digunakan ketika Anda merenovasi rumah atau butuh orang untuk mengawasi proyek. Desainer interior dimanfaatkan untuk renovasi ruangan. Sementara kontraktor, bisa digunakan sebagai ‘agen’ penentu arsitek atau desainer interior, juga penentu struktur pembangunan meski hasilnya belum tentu sebagus adanya keterlibatan arsitek. Meski di sisi lain, ada kemungkinan juga bahwa kontraktor bangunan yang andal mampu mengerjakan segala peran tersebut.